Lagu Indonesia Mengiringi Demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat? Ini Faktanya
Beredar sebuah video yang memperlihatkan aksi demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat. Di tengah aksi, sejumlah pengunjuk rasa menari dengan diiringi lagu Indonesia.
Video itu disebar akun Facebook Wan Ping, pada Rabu, 3 Juni 2020. Pemilik akun menambahkan keterangan bertuliskan sebagai berikut:
"Lagu Indonesia mengiringi tarian para demonstran Amerika di alun-alun kota"Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video bahwa lagu indonesia mengiringsi tarian para demonstran Black Lives Matter adalah salah. Faktanya, para demonstran menari bukan menggunakan lagu Indonesia melainkan lagu berjudul Cupid Shuffle.
Dilansir AFP, video asli diunggah oleh akun Twitter @FrostyTheSkid pada Minggu, 31 Mei 2020. Pada video asli, lagu yang diputar adalah lagu tahun 2007 yang dipopulerkan penyanyi Cupid.
Redaksi NBC New York menggunakan video yang diuggah akun Twitter @FrostyTheSkid dalam laporannya bertajuk "Newark Mayor Kicks Off City’s Peaceful Protest Saturday; No Major Damage, Violence Reported". Pada artikel itu, dijelaskan Kerumunan massa terjadi di Newark pada hari Sabtu untuk mendengar pernyataan Wali Kota tentang kebrutalan polisi atas kematian George Floyd.
Protes dimulai dengan demonstrasi di depan patung Lincoln di dekat gedung pengadilan bersejarah kota. Wali Kota Ras Baraka juga ikut dalam barisan para demonstran, memegang tanda-tanda bertuliskan "Keadilan untuk George Floyd."
Video identik juga ditemukan di kanal Youtube berita lokal di New Jersey, NJ.com, melalui video berjudul "Protesters in N.J. dance in the streets during march" dimuat pada 31 Mei 2020.
Redaksi NJ.com membuat keterangan video yang terlihat pada detik-awal awal video dengan terjemahan sebagai berikut: "Beginilah cara para pengunjuk rasa di Newark, N.J., menghentikan lalu lintas ... Demonstran menari dengan [lagu] Cupid Shuffle ... selama aksi untuk memprotes kebrutalan dan rasisme polisi."
Kesimpulan:
Klaim pada video bahwa lagu indonesia mengiringsi tarian para demonstran Black Lives Matter adalah salah. Faktanya, para demonstran menari bukan menggunakan lagu Indonesia melainkan lagu berjudul Cupid Shuffle.
Informasi ini masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Video itu disebar akun Facebook Wan Ping, pada Rabu, 3 Juni 2020. Pemilik akun menambahkan keterangan bertuliskan sebagai berikut:
"Lagu Indonesia mengiringi tarian para demonstran Amerika di alun-alun kota"Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?Happy Inspire Confuse Sad
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video bahwa lagu indonesia mengiringsi tarian para demonstran Black Lives Matter adalah salah. Faktanya, para demonstran menari bukan menggunakan lagu Indonesia melainkan lagu berjudul Cupid Shuffle.
Dilansir AFP, video asli diunggah oleh akun Twitter @FrostyTheSkid pada Minggu, 31 Mei 2020. Pada video asli, lagu yang diputar adalah lagu tahun 2007 yang dipopulerkan penyanyi Cupid.
Redaksi NBC New York menggunakan video yang diuggah akun Twitter @FrostyTheSkid dalam laporannya bertajuk "Newark Mayor Kicks Off City’s Peaceful Protest Saturday; No Major Damage, Violence Reported". Pada artikel itu, dijelaskan Kerumunan massa terjadi di Newark pada hari Sabtu untuk mendengar pernyataan Wali Kota tentang kebrutalan polisi atas kematian George Floyd.
Protes dimulai dengan demonstrasi di depan patung Lincoln di dekat gedung pengadilan bersejarah kota. Wali Kota Ras Baraka juga ikut dalam barisan para demonstran, memegang tanda-tanda bertuliskan "Keadilan untuk George Floyd."
Video identik juga ditemukan di kanal Youtube berita lokal di New Jersey, NJ.com, melalui video berjudul "Protesters in N.J. dance in the streets during march" dimuat pada 31 Mei 2020.
Redaksi NJ.com membuat keterangan video yang terlihat pada detik-awal awal video dengan terjemahan sebagai berikut: "Beginilah cara para pengunjuk rasa di Newark, N.J., menghentikan lalu lintas ... Demonstran menari dengan [lagu] Cupid Shuffle ... selama aksi untuk memprotes kebrutalan dan rasisme polisi."
Kesimpulan:
Klaim pada video bahwa lagu indonesia mengiringsi tarian para demonstran Black Lives Matter adalah salah. Faktanya, para demonstran menari bukan menggunakan lagu Indonesia melainkan lagu berjudul Cupid Shuffle.
Informasi ini masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
